Rabu, 05 Desember 2012

Gambaran Pengetahuan PasienTentang Penyakit Tuberkulosis Paru

ABSTRAK

Tubrkulosis Paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium Tuberkulosa. Tuberkulosis Paru menduduki ranking ketiga sebagai penyebab kematian di Indonesia. Bardasarkan data Medical Record Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu penderita TB Paru setiap tahun mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gamabaran pengetahuan pasien tentang Tuberkulosis Paru di poliklinik Paru RSUD Sekayu.


Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan meggunakan tehnik accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari RSUD Sekayu. Responden yang diteliti adalah pasien yang berkunjung ke Poliklinik Paru RSUD sekayu. Waktu pelaksanaan penelitian selama 6 minggu (12 April – 21 Mei 2010).

Hasil penelitian yang diperoleh bahwa pasien sebagian besar mempunyai kategori tingkat pengetahuan kurang sebanyak 42% sedangkan kategori baik sebanyak 26,1% dan kategori cukup sebanyak 31,9%

Saran yang dapat diberikan setelah penelitian dilakukan adalah Perlu diupayakan peningkatan program promosi kesehatan atau penyuluhan kesehatan tentang penyakit Tuberkulosis Paru kepada masyarakat agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit Tuberkulosis Paru. Diharapkan bagi Rumah Sakit perlu menghimbau dan mengadakan penyuluhan tentang penyakit Tuberkulosis Paru yang berkelanjutan kepada pasien saat mereka berobat, sehingga pasien lebih mengenal, dan mengetahui cara penularan dan pengobatan Tuberkulosis Paru.


Download file PDF nya:
               1. Bab I - IV
               2. BabV
               3. Bab VI
               4. Bab VII

Jumat, 30 November 2012

Memberikan Obat dengan Prinsip 8B 1W




Obat adalah semua zat baik dari alam (hewan maupun tumbuhan) atau kimiawi yang dalam takaran (dosis) yang tepat atau layak dapat menyembuhkan, meringankan atau mencegah penyakit atau gejala-gejalanya. Pemberian obat merupakan salah satu tugas perawat yang sangat penting dalam melaksanakan asuhan keperawatan terhadap pasien. Dalam pemberian obat ini sebagai perawat harus sangat diperhatikan beberapa prinsip dalam pemberian obat

Berikut ini adalah prinsip pemberian obat dengan Prinsip 8B 1W

1. Benar Pasien

Sebelum obat diberikan, periksa dulu nama pasien, no RM (medical record), ruang tempat pasien dirawat, catatan pemberian obat / kartu obat. Jika pasien dalam keadaan tidak sadar atau bayi bisa dicek melalui gelang identitas, pasien gangguan mental bisa ditanyakan langsung pada keluarganya.

2. Benar Obat

Memastikan bahwa nama dagang sesuai dengan nama generik obat atau kandungan obat, jika kita tidak yakin dengan nama dagang obat bisa ditanyakan nama generiknya atau kandungan obat pada apoteker. Sebelum memberi obat kepada pasien, label pada botol atau kemasannya harus diperiksa tiga kali. Pertama saat membaca permintaan obat dan botolnya diambil dari rak obat, kedua label botol dibandingkan dengan obat yang diminta, ketiga saat dikembalikan ke rak obat. Jika labelnya tidak terbaca, isinya tidak boleh dipakai dan harus dikembalikan ke bagian farmasi.

3. Benar Dosis

Memastikan dosis yang diberikan sesuai dengan instruksi dokter dan catatan pemberian obat. Jika ragu, perawat harus berkonsultasi dengan dokter yang menulis resep atau apoteker sebelum diberikan ke pasien. Sebaiknya gunakan dosis dalam gram bukan dalam ampul. Misalnya 3 × 4 mg bukan 3 × 1 amp.

4. Benar Waktu

Periksa waktu pemberian obat sesuai dengan waktu yang tertera pada catatan pemberian obat, misalnya obat diberikan 2 kali sehari maka catatan pemberian obat akan tertera waktu pemberian misalnya jam 6 pagi dan 6 sore. Perhatikan apakah obat diberikan sebelum atau sesudah makan.

5. Benar Cara / Rute

Memeriksa label obat untuk memastikan obat tersebut dapat diberikan sesuai cara yang diinstruksikan dan periksa pada label cara pemberian obat . Misalnya oral, parenteral, topikal, rektal, inhalasi, IV, IM, SC maupun IC.

6. Benar Dokumentasi

Setelah obat itu diberikan, harus didokumentasikan, dosis, cara, waktu dan oleh siapa obat itu diberikan. Bila pasien menolak meminum obat atau tidak dapat diminum harus dicatat dalam sebuah pernyataan penolakan pasien dan dilaporkan.

7. Benar Expired/Kadaluwarsa

Harus diperhatikan expired date / masa kadaluwarsa obat yang akan diberikan.Biasanya pada ampul atau etiket tertera kapan obat tersebut kadaluwarsa. Perhatikan perubahan warna (dari bening menjadi keruh), tablet menjadi basah /bentuknya rusak.

8. Benar Informasi

Pasien harus mendapatkan informasi yang benar tentang obat yang akan diberikan sehingga tidak ada lagi kesalahan dalam pemberian obat.

9. Waspada Efek samping

Sebagai perawat kita harus mengetahui efek samping dari obat yang akan kita berikan. Sehingga kita lebih berhati -hati terhadap obat yang akan kita berikan ke pasien.