Jumat, 01 September 2017

Belajar Dasar-Dasar EKG



EKG adalah kepanjangan dari elektokardiografi, yaitu suatu grafik yang menggambarkan suatu aktivitas kelistrikan jantung. Manfaat EKG sendiri secara umum adalah untuk

  •  Mengidentifikasi Aritmia/disritmia
  •  Mengidentifikasi penyakit jantung koroner
  •  Mengidentifikasi perubahan pada otot jantung
  •  Mengetahui gangguan keseimbangan elektrolit
  • Mengidentifikasi efek dari penggunaan obat

Untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung ini kita membutuhkan alat yang kita kenal dengan Galvanometer. Cara kerjanya adalah bahwa tubuh kita ini merupakan jenis konduktor listrik yang baik dan Galvanometer akan menangkap aktivitas listrik dari jantung kita dengan beberapa elektroda yang diletakkan pada posisi tertentu. Peletakan elektroda pada permukaan tubuh kita dinamakan sandapan atau penyandapan, yang nantinya hasil dari penyandapan aktivitas listrik jantung akan berbeda-beda karena elektroda tersebut diletakkan pada sudut pandang yang berbeda. Hasil penyandapan aktivitas listrik pada jantung dapat kita namakan dengan lead EKG.
Ada 12 lead EKG yang diakui secara internasional dalam perekaman aktivitas listrik jantung yang terbagi menjadi tiga kelompok yaitu sandapan/lead bipolar, lead unipolar ekstremitas, dan lead unipolar prekordial.
a.       Lead Bipolar
Sandapan/lead bipolar membutuhkan dua elektroda yaitu elektroda positif dan elektroda negatif yang ditempatkan pada posisi yang berbeda. Ada tiga lead bipolar yaitu lead I, lead II, dan lead III.
Lead I dibentuk dari dua elektroda yaitu tangan kanan sebagai elektroda negatif dan tangan kiri sebagai elektroda positif. Jadi saat gambaran gelombang EKG lead I kurang bagus maka kita cukup memeriksa elektroda pada tangan kanan atau kiri saja.
Lead II dibentuk dari dua elektroda yaitu tangan kanan sebagai elektroda negatif dan kaki kiri sebagai elektroda positif. Jadi saat gambaran gelombang EKG lead I kurang bagus maka kita cukup memeriksa elektroda pada tangan kanan atau kaki kiri saja.
Lead III dibentuk dari dua elektroda yaitu tangan kiri sebagai elektroda negatif dan kaki kiri sebagai elektroda positif. Jadi saat gambaran gelombang EKG lead I kurang bagus maka kita cukup memeriksa elektroda pada tangan kanan atau kiri saja.




b.      Lead Unipolar Ekstremitas
Ada tiga santapan/lead unipolar ekstremitas yaitu aVR (augmented voltase right hand), aVL (augmented voltase left hand), dan aVF (augmented voltase foot). Foot disini adalah kaki kiri.
Lead aVR terbentuk dari elektroda positif di tangan kanan dan dua elektroda lainnya (tangan kiri dan kaki kiri) dihubungkan ke terminal pusat.
Lead aVL terbentuk dari elektroda positif di tangan kiri dan dua elektroda lainnya dihubungkan ke pusat terminal.
Lead aVF terbentuk dari elektroda positif berada di kaki kiri dan dua elektroda lainnya dihubungkan ke terminal pusat.

Dengan demikian kita akan mendapatkan 6 buah lead yaitu gabungan dari lead bipolar dan lead unipolar di ekstremitas yang merekam aktivitas listrik jantung dari sudut pandang frontal. Keenam lead ini dikenal sebagai sistem diagram hexaxial yang berguna untuk penghitungan Axis jantung.

Hasil gambar untuk hexaxial diagram

Lead II, III, dan aVF merekam aktivitas listrik jantung bagian bawah atau inferior. Sedangkan lead I dan aVL merekam aktivitas listrik jantung bagian lateral.

c.       Lead Unipolar Prekordial
Lead unipolar prekordial merekam aktivitas listrik jantung dari sudut pandang horizontal. Elektroda ini diletakkan pada dada pasien, keenam lead tersebut adalah sebagai berikut:
V1 : disebelah kanan dari sternum di sela iga ke 3 dan 4
V2 : disebelah kiri dari sternum di sela iga ke 3 dan 4
V3 : diletakan di antara V2 dan V4
V4 : pada garis midclavikula kiri di sela iga ke 4 dan 5
V5 : pada garis axillaris anterior kiri sejajar dengan V4
V6 : pada garis midaxillaris kiri sejajar dengan V5

Hasil gambar untuk lead prekordial

Lad V1 dan V2 bertanggungjawab merekam aktivitas listrik jantung pada bagian septal ventrikel
Lead V3 dan V4 bertanggungjawab merekam aktivitas listrik jantung pada bagian anterior ventrikel
Lead V1 - V4 merekam bagian anterior
Lead V5 dan V6 merekam aktivitas listrik jantung bagian lateral ventrikel.

Selain dari 12 lead standar yang telah kita bahas ada beberapa lead tambahan yang dapat merekam aktivitas listrik jantung pada bagian kanan dan belakang atau posterior. Lead tersebut adalah lead V7, V8, dan V9 untuk merekam bagian posterior, kemudian lead V2R, V3R, dan V4R merekam pada bagian ventrikel kanan.



Sabtu, 26 Agustus 2017

Manfaat Minum Kopi

Ada info menarik nih bagi anda yang gemar minum kopi. Kopi memang sudah ada sejak tahun 800 SM, terutama bangsa Arab saat itu mengkonsumsi kopi sebagai minuman penambah energi untuk melaksanakan ibadah pada malam hari. Nah apa aja sih manfaat minum kopi selain untuk menambah energi, berikut ini beberapa manfaat minum kopi bagi anda yang gemar minum kopi.

sumber gambar: kedaikopi51.wordpress.com

1. Meningkatkan Energi dan Kinerja Otak
    Kandungan kafein dalam kopi memengaruhi kinerja otak dan menghasilkan efek rangsang psikoaktif yang baik bagi tubuh. Kafein dari kopi akan diserap darah dan sampai ke otak—tempat kafein akan memblokir adenosine—sehingga neurotransmitters, seperti norepinephrine dandopamine, bertambah. Alhasil, otak bisa bekerja maksimal. Kopi juga mendukung fungsi kognitif otak sehingga ingatan lebih kuat, mempertajam emosi, meningkatkan kewaspadaan, serta fungsi kognitif otak.

2. Mengurangi Risiko Diabetes 
    Bagi penderita diabetes, memang disarankan agar tidak mengkonsumsi kopi (apalagi kopi manis dengan gula yang banyak). Sebab, konsumsi kopi dapat meningkatkan kadar gula darah. Alih-alih mengatasi, justru memperburuk. Namun tidak demikian dengan non-penderita diabetes, kafein justru diduga menurunkan risiko terkena penyakit diabetes pada non-penderita. Tapi bukan berarti konsumsi kafein boleh tak terbatas. Pada orang dewasa yang tidak menderita diabetes, konsumsi kafein dibatasi hanya sampai 400 mg per hari.

3.Menurunkan Risiko Kematian
    Iini berdasarkan penelitian dari National Institutes of Health – AARP Diet dan Studi Kesehatan, riset yang dilakukan dari rentang waktu 1995 sampai 2008 sebanyak 400.000 orang lebih koresponden menyatakan, meminum beberapa cangkir kopi dapat menurunkan risiko kematian sekian persen. Namun perlu diingat, pada orang dewasa, konsumsi kopi dibatasi sampai 400mg per hari saja. 

4. Mencegah Alzeimer
    Alzheimer merupakan jenis kepikunan yang membahayakan karena dapat melumpuhkan pikiran dan kecerdasan seseorang. Kandungan kafein dalam kopi yang mampu meningkatkan kinerja otak dibuktikan oleh ebebrapa penelitian bahwa kafein dalam kopi juga dipercaya mampu mengurangi risiko seseorang terkena demensia Alzheimer. Namun, tetap perlu diingat, konsumsi kopi berlebihan justru dapat membahayakan kesehatan. Konsumsi secukupnya ya.

5. Menekan Angka Depresan dan Bunuh Diri
    Kali ini hasil penelitian dari Harvard School of Public Health pada tahun 2011 yang menyatakan bahwa kafein dapat menurunkan angka depresi sebanyak 20 persen. Bahkan, dengan mencium bau kopi di pagi hari saja dapat membantu mengurangi beban dalam pikiran. Selain itu, kopi juga membuat Anda merasa lebih baik karena lebih kaya akan antioksidan dibandingkan dengan buah-buahan dan sayuran lainnya.