Kamis, 20 Desember 2012

Prosedur Pemasangan infus



sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX7lpjYcA-Uh8Q071lh8d-68Ec8laXpuyLbmbUTb2K9eGxwKqO10Gs9REttINYgHznOGfz-jC5TMXr6XPK6jxWEm8thzGhRpFDeoYJuSRE5gTIzmIDap0lOj44uJvryoyy-5ordi-9q00/s1600/Pasang+infus+yang+benar.jpg


Pengertian Memasang Infus
Memasang infus merupakan salah satu cara pemberian terapi cairan melalui pembulih darah vena dengan cara memasukkan jarum abocath ke dalam pembulih darah vena.
Tujuan Memasang Infus:
  • Mempertahankan atau menganti cairan tubuh yang hilang
  • Memperbaiki keseimbangan asam basa di dalam tubuh
  • Memperbaiki komponen darah
  • Tempat memasukkan obat atau terapi intra vena
  • Rehidrasi cairan pada pasien syock
Persiapan Alat:
  • Kapas alkohol
  • Infus Set
  • IV catheter  (abocath) sesuai ukuran
  • Cairan Infus sesuai pesanan
  • Toniquet
  • Sarung tangan bersih
  • Pengalas/perlak
  • Kapas steril
  • Plester
  • Spalk (untuk anak-anak)
  • Kassa gulung (untuk anak-anak)
  • Bengkok
Prosedur Kerja:
1.      Melakukan verifikasi program pengobatan
2.      Mencuci tangan
3.      Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
4.      Mengecek tanggal kadaluarsa: infus, selang infus, catheter vena.
5.      Menusuk saluran infus dengan benar ( jangan diputar ).
6.      Menggantung cairan infus dan mengisi tabung reservoar sebanyak duapertiga bagian /sebatas tanda hingga tidak ada udara dalam selang.
7.      Atur posisi pasien, pasang pengalas, selanjutnya pasang toniquet 5cm dari area insersi.
8.      Lakukan tindakan aseptik dengan kapas alkohol 70% pada vena yang telah dipilih untuk ditusuk dan biarkan selama 15-20 detik
9.      Pertahankan vena pada posisi stabil dengan menekan dan menarik bagian distal vena yang akan diinsersi dengan ibu jari
10.  Menusuk vena dengan sudut 30 derajat dan lubang jarum menghadap ke atas
11.  Setelah dipastikan jarum masuk, turunkan posisi jarum 20 derajat dan tarik mandrin 0,5 cm, masukan catether secara perlahan.
12.  Lepas torniquet dan masukan catheter secara perlahan, sambil menarik jarum keluar
13.  Alirkan infus, selanjutnya lakukan fiksasi antara sayap dan lokasi insersi tanpa menutup lokasi insersi
14.  Letakkan kapas  steril di atas area  insersi.
15.  Lepaskan sarung tangan
16.  Lakukan fiksasi dengan plester (untuk pasien anak-anak beri spalk pada telapak tangan kemudian balut dengan kassa gulung untuk fiksasinya)
17.  Atur tetesan infus sesuai program dan tulis tanggal pemasangan, kolf, tetesan, jam habis,dan campuran obat bila ada.
18.  Observasi respon pasien.
19.  Bereskan alat dan kembalikan pada tempatnya dalam keadaan bersih
20.  Cuci tangan
21.  Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

Tahap Terminasi
  1. Observasi terhadap kondisi umumvital sign, keluhan nyeri, alergi
  2. Observasi  kelancaran tetesan dan jumlah tetesan
  3. Observasi area insersi  (warna kulit / pembengkakan/ sakit)
  4. Berikan KIE pada pasien/keluarga bila terjadi ketidaknyamanan

Tidak ada komentar: