Senin, 04 September 2017

Cara Pertolongan Pertama Mengatasi Luka Bakar

sumber gambar:sidomi.com


Saat kulit kita terkena luka bakar misalnya terkena percikan minyak goreng apa yang terlintas di pikiran kita? Ada sebagian orang mungkin akan langsung mengoleskan odol atau pasta gigi. Justru dengan cara ini akan memperparah luka tersebut. Sebaiknya setelah terkena luka bakar kita cepat untuk mengalirkan air dingin, cara ini efektif untuk mencegah terjadinya pembengkakan. Setelah itu oleskan salep antibiotik dan tutup luka bakar dengan kasa agar tidak terkontaminasi bakteri.
Namun ada cara alami yang dapat kita gunakan untuk penanganan luka bakar, bahan-bahan alami tersebut antara lain adalah:
1.       Madu dan kunyit
Madu dan sedikit bubuk kunyit dapat dioleskan pada permukaan kulit yang tidak luka dan tidak berdarah. Dua bahan ini efektif untuk mengurangi efek peradangan pada luka bakar.

2.       Mentimun
Mentimun mengandung vitamin C dan vitamin K yang berguna untuk membantu mengurangi efek peradangan. Selain itu mentimun juga bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban kulit. Caranya adalah iris tipis mentimun segar dan tempelkan pada permukaan kulit yang terbakar.

3.       Minyak zaitun
Minyak zaitun dapat dioleskan setiap hari selama beberapa hari untuk mencegah timbulnya jaringan parut pada luka bakar

4.       Susu dingin
Susu dingin ini efektif sekali untuk mengurangi rasa sakit setelah terkena luka bakar.

5.       Lidah buaya
Daging daun lidah buaya membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak karena terkena luka bakar. Selain itu lidah buaya mempunyai efek dingin yang sangat bermanfaat untuk meredakan luka bakar.


Tapi perlu diingat bahwa luka bakar yang dapat di treatment dengan cara di atas adalah luka bakar ringan yang biasanya terjadi di rumah, misalnya yang paling sering adalah terpercik minyak goreng. Jika luka bakarnya lebih dari itu sebaiknya segera di bawa ke tempat fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganannya.

Minggu, 03 September 2017

Teknik Menggosok Gigi


Beberapa teknik menggosok gigi:
1) Teknik vertikal
Arah gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan rahang atas dan bawah tertutup. Gerakan ini untuk permukaan gigi yang menghadap ke pipi (bukal/labial), sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap lidah/langit-langit (lingual/palatal), gerakan menggosok gigi ke atas ke bawah dalam keadaan mulut terbuka. Cara ini terdapat kekurangan, yaitu bila menggosok gigi tidak benar dapat menimbulkan resesi gingival/penurunan gusi sehingga akar gigi terlihat.
2) Teknik horizontal
Semua permukaan gigi disikat dengan gerakan ke kiri dan ke kanan. dari permukaan bukal dan lingual. Gerakan menggosok pada bidang kunyah (oklusal) dikenal sebagai scrub brush. Caranya mudah dilakukan dan sesuai dengan bentuk anatomi permukaan kunyah. Cara tersebut cukup sederhana, tetapi tidak begitu baik untuk dipergunakan karena dapat mengakibatkan resesi gusi dan abrasi gigi.7

3) Teknik Roll
Cara ini, gerakannya sederhana, efisien dan menjangkau semua bagian mulut. Bulu sikat ditempatkan pada permukaan gusi, jauh dari permukaan oklusal/bidang kunyah, ujung bulu sikat mengarah ke apex/ujung akar, gerakan perlahan melalui permukaan gigi sehingga bagian belakang kepala sikat bergerak dalam lengkungan. Pada waktu bulu-bulu sikat melalui mahkota gigi, kedudukannya hampir tegak terhadap permukaan email. Ulangi gerakan ini sampai lebih kurang 12 kali sehingga tidak ada yang terlewat. Cara ini dapat menghasilkan pemijatan gusi dan membersihan sisa makanan di daerah interproksimal/antara gigi.
4) Teknik Charter
Ujung bulu sikat diletakkaan pada permukaan gigi, membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu panjang gigi dan ke atas. Dalam posisi ini tepi bulu sikat berkontak dengan tepi gusi. Bulu sikat agak ditekan, sehingga ujungnya masuk ke daerah antara 2 gigi. Sikat gigi digetarkan membentuk lingkaran kecil, tetapi ujung bulu sikat harus tetap di tempat semula. Setiap bagian dapat dibersihkan 2-3 gigi. Jika suatu bagian sudah dibersihkaan dengan membentuk lingkaran-lingkaran kecil tersebut, maka pembersihan dapat berpindah ke lain-lain bagian. Metode ini merupakan juga cara yang baik untuk pemeliharaan jaringan pendukung gigi, walaupun agak sukar untuk dilakukan.

5) Teknik Bass
Bulu sikat pada permukaan gigi membentuk sudut 45 derajat dengan panjang gigi dan diarahkan ke akar gigi sehingga menyentuh tepi gusi. Dengan cara demikian saku gusi dapat dibersihkan dan tepi gusinya dapat dipijat. Sikat gigi digerakkan dengan getaran-getaran kecil ke depan dan belakang selama kurang lebih 15 detik. Setiap daerah penyikatan meliputi 2-3 gigi. Teknik ini hampir sama dengan teknil Roll, hanya berbeda pada cara penggerakkan sikat giginya dan cara penyikatan permukaan belakang gigi depan. Untuk permukaan belakang dari gigi depan, sikat gigi dipegang secara vertikal. Teknik ini yang sekarang banyak diajarkan.
6) Teknik Fones atau teknik sirkuler
Bulu sikat ditempelkan tegak lurus pada permukaan gigi. Kedua rahang dalam keadaan mengatup. Sikat gigi digerakkan membentuk lingkaran-lingkaran besar, sehingga gigi dan gusi rahang atas dan bawah dapat disikat sekaligus. Daerah di antara 2 gigi tidak mendapat perhatian khusus. Untuk permukaan belakang gigi, gerakan yang dilakukan sama tetapi lingkarannya lebih kecil. Untuk bagian ini jika agak sukar, maka gerakannya dapat diubah ke kanan dan ke kiri. Teknik ini dianjurkan untuk anak-anak, karena mudah untuk dilakukan.
Dengan paparan di atas, kini kita dapat memilih sesuai seleranya masing-masing dan memerhatikan etika menggosok gigi dengan baik dan benar. Tidak malas lagi menggosok gigi, budayakanlah menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur malam, luangkanlah waktu sebentar untuk memelihara gigi Anda dan mencapai napas segar. Perlu diingat dan diperhatikan bahwa sumber infeksi/vokal infeksi itu berawal kondisi gigi dan mulut Anda. Insya Allah dengan gigi sehat dan mulut segar tidur Anda akan nyenyak dan terhindar dari penyakit.